Kamis, 23 Februari 2012

DAHSYATNYA PUASA SENIN-KAMIS

Assalamu'alaikum wr.wb.,


Saudara-saudara ku yang dirahmati Allah, tadzkirah kita hari ini membahas mengenai kehebatan dibalik puasa Senin Kamis. Semoga bermanfaat dan menjadikan penyemangat bagi kita semua untuk bisa mengamalkan salah satu Sunnah Rasulullah SAW.


Dahsyatnya Puasa Senin Kamis.

Siapa sih yang tidak ingin awet muda, bebas penyakit, sekaligus selamat dunia akhirat ? Kalau kita ingin mendapatkan semua itu, cobalah berpuasa Senin-Kamis secara teratur.

Kebanyakan dari kita tentunya pernah mendengar puasa Senin Kamis sebagai puasa sunnah di dalam Islam. Namun, berapa yang benar-benar berusaha merutinkan puasa tersebut ?

Kalau hari itu kebetulan ada acara pengajian dan makan-makan, bukannya lebih enak makan-makan ketimbang puasa sunnah ? Kalau pagi itu kebetulan tidak sempat sahur, bukannya lebih nyaman absen puasa dulu ? Bagaimanapun, puasa Senin Kamis itu hanyalah 'sunnah' bukan ?

Tak banyak dari kita yang tahu benar hikmah puasa Senin Kamis dari segi spiritual, kesehatan dan keutamaannya di hadapan Allah. Karena itu, dalam rubrik tadzkirah IMSIS kali ini, ada baiknya kita mengupas hikmah puasa Senin Kamis supaya kita lebih semangat menjalaninya.

Alasan utama mengapa puasa Senin Kamis disunahkan dalam Islam ialah karena Rasulullah sering berpuasa di kedua hari tersebut.

Tapi, apa keutamaan Senin dan Kamis ?

Sehubungan dengan hal ini ada 2 hadis dari Rasulullah yg berkenaan dengan pemilihan hari Senin dan Kamis.

Yang pertama, dalam Hadist Riwayat Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah mengatakan bahwa semua amal dibentangkan di hari Senin dan Kamis. Karena itu, sebagai orang beriman, sungguhlah baik bila pada saat malaikat melaporkan amalan kita itu kita tengah berpuasa.

Yang kedua, hari Senin Kamis adalah hari istimewa karena pada hari itulah Rasulullah dilahirkan, menjadi rasul dan mendapat wahyu (HR Muslim).

Jadi terlihat disini bahwa hari Senin dan Kamis adalah hari istimewa dari sisi religius.

Dari sisi logika, bisa dilihat bahwa hari Senin dan Kamis membagi satu 'minggu' menjadi dua bagian yang hampir sama rata. Jadi kentara sekali bahwa puasa Senin Kamis mempunyai fungsi maintenance atau pemeliharaan. Analoginya mungkin sama dengan pembagian waktu minum obat kala kita sakit. Tentu kita ingat, kala kita sakit, kita sering disuruh minum obat 2x sehari, yaitu 1x di pagi hari dan 1x di malam hari. Kalau dilihat, waktu2 dimana kita disuruh minum obat 2x tersebut membagi kurang lebih hari itu menjadi 3 bagian yang sama. Hal ini berlaku juga dengan Senin dan Kamis yang membagi satu minggu menjadi dua bagian.

Dengan berpuasa di hari Senin dan Kamis, secara tidak langsung kita melakukan maintenance untuk diri kita secara rutin baik dari segi spiritual maupun jasmani.

Lalu, apakah keutamaan puasa yang berkelanjutan seperti puasa Senin Kamis ini ?

Keutamaan yang pertama ialah karena puasa Senin Kamis melatih kita secara teratur untuk menghindarkan diri dari pekerjaan dosa. Kalau ada latihan efektif untuk 'anger management' atau latihan kesabaran, maka itulah puasa. Karena itu, cocoklah jika dikatakan bahwa puasa adalah zakat jiwa, dimana pada saat puasa, kita membuang perangai buruk. Sehingga sesudah puasa, emosi dan spiritual kita menjadi lebih bersih.

''Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separo kesabaran''.(HR. Ibnu Majah).

Dengan menghilangnya perangai buruk kita, minimal seminggu dua kali, maka bisa juga dikatakan bahwa ''Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara''.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.

Keutamaan yang kedua ialah karena puasa Senin Kamis bisa meningkatkan amalan kita. Biasanya, seseorang yang kekenyangan dan keenakan cenderung malas beribadah. Puasa menjadikan kita lebih produktif dalam beribadah karena selain kita tidak lagi dalam posisi keenakan, orang yang berpuasa juga cenderung ingin beribadah ekstra. Disamping itu, puasa bisa melembutkan hati. Ini karena dengan puasa, kita cenderung lebih berempati dengan orang-orang yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Karena itu, puasa bisa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertakwa.

Tidaklah salah kalau dalam Quran disebutkan bahwa puasa diperintahkan pada kita dan orang2 sebelum kita supaya kita menjadi orang yang bertakwa (Al Baqarah 183).


Selain dari keuntungan dari segi emosional spiritual seperti yang dijelaskan diatas, puasa juga memiliki keutamaan dari segi kesehatan. Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat ini sudah ada banyak riset yang menyimpulkan bahwa puasa yang teratur itu baik untuk kesehatan.

Manfaat kesehatan dari puasa yang paling populer adalah puasa bisa dibilang sebagai cara ampuh untuk membatasi kalori yang masuk ke tubuh kita. Dalam Islam dan bidang kedokteran, dianjurkan untuk tidak makan berlebihan, karena makanan yang berlebih dan tidak sehat bisa menimbulkan penyakit. Lihat saja masyarakat di negara makmur yang mana makanan berlimpah. Selain tingkat obesitas tinggi, masyarakat negara-negara tersebut banyak yang mengidap diabetes dan jantung yang notabene sering dijuluki sebagai penyakit orang kaya. Dengan puasa Senin Kamis, paling tidak, dalam dua kali seminggu, kita membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita.

Manfaat lain dari puasa ditinjau dari segi kesehatan yang juga banyak dipopulerkan adalah fungsi pembersihan dan penyembuhan. Dengan istirahatnya sistem
pencernaan kita selama puasa, maka memungkinkan sistem2 lain di tubuh kita untuk bekerja dengan lebih baik, misalnya sistem imunitas. Inilah sebabnya mengapa orang yang sakit atau binatang yang terluka suka menolak makan. Andaikata kita tidak sedang sakit pun, polisi imunitas bekerja keras saat kita puasa. Jika polisi-polisi ini mendeteksi hal-hal yang kira-kira nanti bisa membuat kita sakit atau hal-hal abnormal, seperti tumbuhnya kista atau tumor, maka pada hari kita puasa, mereka bisa memberantasnya.

Sistem detoksifikasi tubuh juga bekerja lebih lancar jika kita tidak menerima asupan lagi. Disini, mungkin kita bisa membayangkan sistem pembersihan tubuh kita seperti pegawai yang kewalahan mengerjakan tugasnya kalau tugas datang bertubi2. Akibatnya, fungsi pembersihan tubuh tidak terkerjakan dengan maksimal dan sangat mungkin luput mengeliminasi beberapa zat-zat yang kurang baik untuk tubuh kita. Dengan berhentinya asupan, maka tugas dari sistem pembersihan tubuh kita menjadi lebih manageable sehingga kinerjanya menjadi lebih maksimal.

Sistem peremajaan juga bekerja dengan maksimal saat kita puasa karena Allah mendesain tubuh kita untuk mengeluarkan hormon yang erat kaitannya dengan anti-aging kala kita puasa. Karena itu tidaklah mengherankan jika pada suatu eksperimen ditemukan bahwa cacing yang berpuasa bisa hidup 19 generasi lebih lama dibanding cacing yang tidak berpuasa. Kalau ada obat anti aging yang ampuh, itulah puasa. Bisa jadi puasa Senin Kamis secara teratur nantinya menjadikan kita awet muda dan bebas penyakit di hari tua.

Lalu bagaimana dengan orang yang sering mengeluhkan tidak bisa bekerja karena kelaparan dan lemas pada saat puasa seperti yg terlihat jelas di Indonesia dimana kinerja orang menjadi turun saat puasa? Jika hal ini terjadi, bisa jadi kelaparan itu terjadi karena kita tidak bekerja dengan baik atau kurang konsentrasi. Yang jelas, puasa tidak mempunyai pengaruh buruk terhadap otak dan daya pikir kita. Malahan, sudah ada penelitian yang membuktikan bahwa puasa malah meningkatkan daya pikir kita.

Masih banyak lagi manfaat kesehatan dari puasa,misalnya puasa bisa menghindari atau mengurangi diabetes dan penyakit vascular seperti jantung. Yang jelas, kala Sang Pencipta kita mewajibkan kita puasa minimum setahun sekali selama Ramadhan , Dia tahu bahwa puasa itu baik bagi kita. Bayangkan dahsyatnya puasa kala kita bisa merutinkannya seminggu dua kali seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah.

Walaupun begitu, perlu diingat dan digarisbawahi bahwa semua amal tergantung niat. Jika niat puasa kita hanyalah dari segi kesehatan, maka itulah yang kita dapat. Namun kala niat puasa kita adalah dalam rangka meningkatkan kualitas spiritualitas kita dan mendekatkan diri pada Allah maka tidak hanya kita mendapat fisik yang prima, namun juga ridho Allah dan keselamatan dunia akhirat. Sebagai muslim, ridha Allah terletak di atas segala-galanya. Allah sangat menyukai orang yang berpuasa karena Allah, sehingga Allah menjanjikan gerbang khusus di surga bagi yang gemar berpuasa, yaitu Ar-Rayyan (H.R Muslim).

Maka dari itu, marilah kita galakkan dan rutinkan puasa-puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis dalam rangka meraih ridha Allah dan salah satu cara untuk meraih jannahNya. Insya Allah dengan puasa yang rutin, kita tidak hanya mendapat balasan di akhirat nanti, tetapi kita juga mendapat keuntungan di dunia berupa kesehatan yang prima dan daya pikir yang jernih.


Disarikan dari berbagai sumber

Selasa, 09 Februari 2010

Lowoongan Kerja

Pengumuman..
Unit Produksi Bid. TIK SMK Madya Taman Karya Madya Teknik,

Membutuhkan :

2 (dua) Orang Tenaga Maintenance
Untuk ditempatkan di berbagai Instansi mitra Unit Produksi sebagai tenaga maintenace komputer,
dengan kualifikasi :
1. Pria

2, Min Lulusan SMK Bidang TIK

3. Menyukai Tantangan

4. dapat Bekerja Team
Bawa Lamar...an Lengkap ke bagian Unit Produksi Bid. TIK SMK Taman Karya Madya Teknik
Alamat : Alun-Alun Kanoman No. 60 Kota Cirebon..
Hub :
1. Bpk. Agus Triwidiyanto, S.T

2. Mba Peni D, A. Md Komp
Cirebon, 6 Februari 2010

Ketua Unit Produksi bid. TIK SMK Taman Karya Madya Teknik

ttd

Agus Triwidiyanto, S.T

Rabu, 20 Agustus 2008

DEMOKRASI BUKAN DARI ISLAM

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (QS. An-Nisa 65).

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (sistem hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (sistem hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin” (QS. Al-Maidah 50).

Beberapa waktu lalu, Senin, 12 November 2007, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memperoleh penghargaan Democracy Award yang diberikan oleh Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC) di Bali. Penghargaan tersebut, menurut presiden IAPC, Ben Goddard, diberikan atas keberhasilan Indonesia menjadikan negara yang mampu menjalankan sistem demokrasi.

Pertanyaan yang perlu diajukan, benarkah sistem demokrasi yang diterapkan negeri mayoritas berpenduduk muslim ini sudah mampu memberikan kesejahteraan, ketentraman, kedamaian dan keamanan bagi rakyatnya?

Secara mendasar, teori demokrasi adalah pemerintahan yang meletakkan kedaulatan di tangan rakyat. Para pemimpin yang diangkat dalam sistem demokrasi terikat dengan kontrak sosial untuk melaksanakan aspirasi rakyat. Adanya kritik, koreksi bahkan pemecatan pemimpin dalam sistem demokrasi, seluruhnya terkait dengan aspirasi rakyat. Intinya, kekuasaan ada di tangan rakyat.

Makna-makna ini berbeda dan sangat bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Dari aspek kekuasaan legislatif dan hak pembuatan sistem, Islam telah memberikannya terbatas kepada Allah dan Rasul-Nya, di mana sumbernya adalah Al Qur'an dan As Sunnah. Dalam Islam, ummat tidak mempunyai hak untuk keluar dari satu nash Islam-pun, meski semuanya sepakat mengenai hal itu.

Allah SWT berfirman, “Dan hendaknya engkau putuskan perkara di antara mereka menurut apa yang di turunkan oleh Allah, dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka, serta berhati-hatilah terhadap mereka, agar mereka bisa memalingkan kamu dari sebagaian yang di turunkan oleh Allah kepadamu.”(QS. Al-Maidah : 49)

Kehidupan manusia memang tidak lepas dari kebutuhan untuk berinteraksi bersosialisasi antar sesama. Kebutuhan ini menimbulkan berbagai bentuk pola hubungan, dari yang bersifat eksploitatif destruktif maupun yang konstruktif. Dalam diskusi kita kali ini banyak disinggung salah satu atau mungkin justru biangnya alur penghancuran umat Islam di muka bumi ini, yaitu DEMOKRASI. Ternyata telah terbukti bahwa demokrasi tidak menghasilkan kedamaian dan kesejahteraan apa-apa, bahkan menyengsarakan.

Namun demikian demokrasi saat ini tanpa terasa dianggap sebagai tren perjuangan manusia untuk mencapai pola hubungan sosial terbaik, yang akan memberikan keamanan, kedamaian, keadilan dan kesejahteraan umat manusia. Orang akan merasa ketinggalan jaman jika tidak mendukung dan mengamalkan demokrasi. Di rumah seorang ayah akan mengatakan: Ayah akan menegakkan demokrasi dalam kehidupan rumah tangga.

Seorang Lurah akan mengatakan di depan warganya: Mari kita bangun desa ini secara demokratis. Semua orang seolah-olah beranggapan bahwa demokrasi adalah puncak tertinggi sistem kehidupan manusia. Lebih aneh lagi bahwa ternyata banyak cendekiawan muslim yang ikut latah menyatakan bahwa Islam itu demokrasi atau mengatakan demokrasi itu dari Islam, atau setidaknya menyatakan bahwa Demokrasi itu digali dari Islam.

Apa itu Demokrasi ?
Pengertian demokrasi sudah bercabang-cabang dan dicocok-cocokkan dengan tujuan masing-masing individu, kelompok atau bangsa. Kata demokrasi berasal dari kata : demos artinya rakyat dan kratos artinya kekuasaan. Jadi secara etimologi kata demokrasi kurang lebih adalah pola kehidupan dimana kekuasaan di tangan rakyat.

Dengan paham ini kehidupan masyarakat diatur atau ditentukan oleh kesepakatan diantara individu-individu dalam masyarakat. Segala aturan hidup dan peraturan perundangan dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan individu-individu atau orang-orang dalam suatu masyarakat. Demikian pengertian asal Demokrasi.

Jadi pengertian hakikinya adalah pemerintahan rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun demikian dijumpai pula pengertian-pengertian umum yang ditetapkan untuk memaknai demokrasi atau dilekatkan pada kata demokrasi.
Diantaranya yang banyak dianut dalam masyarakat bahwa demokrasi dimaknai sebagai sistem sosial yg menegaskan nilai-nilai individu dan kehormatan pribadi manusia.

Tepatkah manusia mengamalkan sistem demokrasi? Jawabannya adalah tidak, mengapa? Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa manusia tidak tepat mengamalkan sistem demokrasi antara lain. Pertama, sistem demokrasi buatan manusia yang terbukti telah gagal mengatur dunia.

Secara logika dan realita dalam prakteknya, ternyata demokrasi gagal menenteramkan dan mensejahterakan dunia. Negara-negara barat yg umumnya kaya, merupakan hasil rampasan paksa terhadap negara lain Asia-Afrika yang kalah atau lemah dalam pertahanan negara. Kebanyakan mereka justru sebagai negara monarkhi atau kerajaan tiranis, sambil ikut latah memoles istilah demokrasi. Demokrasi hanya dijadikan alat untuk membenarkan penganiayaan dan penghancuran bangsa lain oleh barat atas Asia-Afrika khususnya dunia Islam.

Kasus penghancuran muslimin di Afganistan, Irak, Libanon, Palestina, bahkan sengaja menimbulkan peperangan diantara mereka. Peperangan serta pembentukan kubu-kubu koalisi antar negara terjadi di muka bumi ini. Inikah hasil propaganda demokrasi?

Islam justru sebaliknya, mengatur kehidupan manusia itu dengan wahyu Allah/Syariat. Allah berfirman, “Apakah hukum jahiliyah yg mereka kehendaki, dan (sistem hukum) siapakah yg lebih baik dari pada (sistem hukum) Allah bagi orang-orang yg yakin” (QS. Al-Maidah 50).

Bahkan Allah secara tegas mengancam kepada mereka yang tidak berhukum kepada Allah, dengan firman-Nya, “Barangsiapa yg tdk berhukum dengan apa yang Allah turunkan, maka mereka itu adalah orang-orang yg kafir.” (QS. al-Maidah 44).

Di dalam Islam tidak ada satupun perbuatan manusia yang tidak diatur. Allah berfirman,“Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu” (QS. An-Nahl 89).

Jelaslah dengan demikian bahwa mengamalkan demokrasi adalah mengatur hidup dengan aturan manusia sendiri, mengabaikan aturan Allah. Bertentangan dengan syareat Islam. Ketika demokrasi mengatakan kedaulatan milik rakyat, maka Islam menyatakan bahwa kedaulatan milik Allah. Allah berfirman, “Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah” (QS. Al-An’am 57).

Kedua, demokrasi memecah belah muslimin. Demam demokrasi sudah mewabah bahkan diterima muslimin dengan penuh suka cita. Dengan mengusung kebebasan berkumpul dan berserikat (freedom of association), maka menjamurlah partai-partai politik, juga parpol Islam. Perseteruan atau koalisi saling bertukar sesuai kepentingan politik mereka, bahkan tidak sedikit parpol Islam yang pecah seperti bakteri membelah diri. Ketika kampanye dan Pilkada perseteruan berubah menjadi pertempuran dahsyat antar komponen umat. Umatlah yg akhirnya bingung mana yg harus diikuti.

Ketiga, demokrasi mengajarkan sekulerisme. Dalam praktek demokrasi, individu-individu menyerahkan penetapan aturan, sistem maupun perundang-undangan pada Lembaga Legislatif yang mereka pekerjakan untuk mengimplementasikan kehendak mereka. Dalam kaitan ini tidak ada ruang bagi agama untuk berperan menentukan pola hidup dan hukum-hukum yang mereka tetapkan.

Karena tidak mungkin aspirasi dan kehendak seluruh individu terwadahi, maka akhirnya suara terbanyak (mayoritas) yg menjadi tolok ukur penetapan segala aturan hukum, tanpa memandang benar atau salah. Contoh di beberapa negara Eropa melegalkan perkawinan homo seksual, sementara di negara demokrasi barat lainnya tidak. Semua tergantung kompromi mereka. Hidup di alam demokrasi diatur oleh kesepakatan manusia, bukan aturan Allah. Moto terkenal mereka : Berikan apa yg menjadi milik Kaisar kepada Kaisar, dan apa yg menjadi milik Allah berikan kepada Allah.

Sesuai filosofinya, maka dalam demokrasi segala aturan hidup ataupun hukum ditetapkan berdasarkan kepentingan manusia dan suara mayoritas. Kedua hal inilah yg menjadi kepemimpinan berfikir (qiyadah fikriyah). Pemikiran-pemikiran sekuleristis yg memisahkan urusan agama dengan kepemimpinan umat bahkan muncul di tengah umat Islam sendiri.

Agama hanya mengatur dzikir, sholat, zakat dan haji. Sedangkan kepemimpinan umat diserahkan pada sistem lain diluar syariat. Pedoman Allah dan Rasulullah disingkirkan jauh-jauh. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yg beriman masuklah kedalam Islam secara kaaffah, dan janganlah mengikuti langkah-langkah syaitan” (QS. Al-Baqarah 208).

Keempat, demokrasi membuka liberalisme (kebebasan). Dengan dalih kebebasan sebagai implementasi demokrasi, maka bermunculan berbagai perilaku aneh dari barat yg merusak moral dan akidah umat. Dengan dalih kebebasan kepemilikan (freedom of ownership) manusia yg satu dengan kepemilikannya bebas menggunakan tanpa peduli dampaknya pada orang lain, muncul kapitalisme, muncul penjajahan bangsa atas bangsa karena dorongan ekonomi. Siapa yg kuat memakan yg lemah.

Islam melarang perbuatan, makanan dan harta yang haram. Islam membatasi mana yg boleh dan mana yg tidak (halal-haram). Islam juga mensyariatkan pengeluaran zakat, infak dan sodaqoh untuk membersihkan harta dan dirinya. Dalam Islam setiap mu’min adalah terikat oleh tuntunan Allah demi keselamatan dirinya. Ikatan hablum minallah dan hablum minannas (QS. Ali Imran 112), ketaatan pada Allah, Rasulullah dan Ulil Amri (QS. an-Nisa 59), ikatan persaudaraan sesama mu’minin (S. al-Hujurat 10) serta kewajiban saling menasihati sesama mu’min, semuanya merupakan jaring-jaring ikatan yg sebenarnya marupakan naluri (fithrah) manusia.

Mencari kebebasan diluar fithrah sama saja dengan menjerumuskan diri dalam kesesatan hidup, dunia maupun akhirat. Allah menyatakan telah membeli diri dan harta mu’minin dengan Jannah (S. at-Taubah 111).

Takhtim
Mari kita renungkan bahwa tidak ada jalan hidup yang benar, kecuali mengikuti tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Allah juga mengingatkan kepada kita, “Katakanlah: apakah akan Kami beritahukan kepadmu ttg orang-orang yg paling merugi perbuatannya?, Yaitu orang-orang yg telah sia-sia perbuatannya dal kehidupannya di dunia, sedangkan mereka menyangka bahwa meraka berbuat sebaik-baiknya” (S. al-Kahfi 103-104).

Tak ada system satupun di muka bumi ini yang lebih baik dari sistem Islam. Karena itu, sebagai umat terbaik, dan hanya berpegang teguh kepada hukum-hukum Allah dan Rasul-Nya semata, mari kita tinggalkan demokrasi yang nota benenya berasal dari orang-orang kafir. Wallahu a’lam.